Prosedur Keperawatan

Prosedur Inhalasi Oksigen (Pemberian Oksigen)

Secara garis besar terdapat dua sistem inhalasi oksigen tau pemberian oksigen ini yaitu sistem aliran rendah dan sistem aliran tinggi.

Inhalasi/Pemberian Oksigen Sistem Aliran Rendah (Low Flow Oxygen System)
Sistem aliran rendah ditujukan pada klien yang memerlukan oksigen dan masih mampu bernafas sendiri dengan pola pernapasan yang normal. Sistem ini diberikan untuk menambah konsentrasi udara ruangan. Pemberian oksigen aliran rendah ini diantaranya:
– Inhalasi oksigen sistem aliran rendah menggunakan nasal kanula,
– Inhalasi oksigen sistem aliran rendah menggunakan sungkup muka sederhana,
– Inhalasi oksigen sistem aliran rendah menggunakan sungkup muka kantong rebreathing,
– Inhalasi oksigen sistem aliran rendah menggunakan sungkup muka dengan kantong nonrebrathing.

Inhalasi/Pemberian Oksigen Sistem Aliran Tinggi (High Flow Oxygen System)
Penggunaan teknik inhalasi oksigen sistem aliran tinggi ini menjadikan konsentrasi oksigen lebih stabil dan tidak dipengaruhi sistem pernapasan, sehingga dapat menambah konsentrasi oksigen lebih tepat. Tujuan utama inhalasi oksigen sistem aliran tinggi ini adalah untuk mengoreksi hipoksida dan asidemia. Pengkoreksian ini untuk menghindari kerusakan otak irreversible atau kematian yang disebabkan hipoksemia, hiperkapnia, dan asidemia. Pemberian oksigen aliran tinggi ini diantaranya:
– Inhalasi oksigen sistem aliran tinggi melalui sungkup muka dengan ‘ventury’.

Selain dapat memenuhi kebutuhan oksigen dalam tubuh, pemberian oksigen kepada klien juga dapat menimbulkan bahaya. Bahaya tersebut juga perlu diketahui perawat agar lebih hati-hati dalam inhalasi oksigen kepada pasien.